KPA Handaki adalah perkumpulan yang mendedikasikan sebagian waktunya untuk bertandang ke indahnya ciptaan Tuhan. mencintai tantangan serta kebersamaan di atas segalanya.
Gunung Lompobattang terletak pada koordinat geografisnya adalah 119°56'13" BT - 05°21'25" LS, yang berada pada arah selatan dari Makassar. Lompobattang berarti " Perut Buncit ". Berdiri tegak dengan ketinggian 2.870m d.p.l suhu minimumnya adalah sekitar 15°C dan maksimumnya sekitar 27°C. Luas gunung ini adalah 82.77 km2. Orang yang pertama mendaki guung ini adalah seorang pendaki berasal dari Inggris bernama James Brooke pada tahun 1840 James Brooke akhirnya menjadi Raja Serawak (Sumber Ekologi Sulawesi). Hutan gunung Lompobattang termasuk dalam vegetasi hutan pegunungan bawah dan hutan pegunungan Atas. Tumbuhan yang banyak ditemui adalah jenis Podocarpos (konifer Asli), Arega sp. Pohon Mapel (Acercaesicum), Rotan, Paku Tiang, Paku Besar, Lantana camara verb, Tahi angin (Usnea/Lumut kerak/Lychenes), Azalea (Rhododendron), Arbei (Morus alba), Gaultheria celebica, Gaultheria viridifloria, Buni (diplycosi / berbau seperti gandapura), Lumut Aerobryum, Edelweis (andaphaus javanicum), dan sebagainya. Sedangkan faunanya adalah Anoa (Bulbalus depressicrnius), babi hutan, babi rusa, burung coklat paruh panjang, elang sulawesi dan semut Crematosaster.
( http://contents.highcamp.info, tgl akses 25 juli pukul 11.20 WITA )
( http://contents.highcamp.info, tgl akses 25 juli pukul 11.20 WITA )
Tulisan ini berisi deskripsi singkat mengenai pendakian Handaki ke puncak Lompo battang.
Kamis 21 juli 2011 pukul 22.00 tim yang beranggotakan :
1. Akki
2. Awal
3. Andrea
4. Alam
5. Afdal
6. Zul
7. Ezar
8. Babon
9. Iyank
10. Saski
11. Dede
12. Hasby ( Kpa Sulsel )
13. Ikram ( Kpa sulsel )
14. Muchlis
15. Ikram
16. Pai
17. Iccank
Meninggalkan kota Makassar menuju desa Datara, kelurahan Malakaji, kecamatan Tompo bulu, kabupaten Gowa, atau lebih tepatnya kediaman kawan Muchlis. Rute yang kami tempuh ialah melalui kabupaten Jeneponto. Baru sekitar pukul 03.00 keesokan harinya kami tiba. Saat itu tak dilewatkan untuk melepas penat perjalanan. Ada yang langsung tidur namun adapula yang masih bercengkrama.
sekitar pukul 08.36 ( 22 juli ) kami disuguhi sarapan kecil ( kopi,teh, pisang goreng ) oleh tuan rumah. Setelah itu baru dilanjutkan dengan sarapan berat.
sekitar pukul 08.36 ( 22 juli ) kami disuguhi sarapan kecil ( kopi,teh, pisang goreng ) oleh tuan rumah. Setelah itu baru dilanjutkan dengan sarapan berat.
Sekitar pukul 09.15 semua peralatan dikemas dalam carrier dan daypack masing – masing. Baru sekitar pukul 10.06 kami menuju ke kampung terakhir, Lembang Bu’ne di kaki gunung Lompo battang. Dengan menumpang mobil pick up, perjalanan memakan waktu sekitar 1 jam dengan jalan berbatu nan menanjak. Kondisi jalan desa yang kurang memungkinkan membuat tim harus melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki. Sekitar pukul 11.34 kami menyempatkan singgah di rumah Tata’, orang tua para pendaki. Kami mengisi botol air minum dan melanjutkan perjalanan ke pos 1.
POS 1 ( PUKUL 13.24 )
Pos 1 merupakan tempat yang cocok untuk mengisi persediaan air. Maklum, tempat yang berada diketinggian 1520 Mdpl ini adalah aliran sungai. Pos ini memiliki titik kordinat, E : 119°65’11’’dan S : 05°23’53,6’’ Jarak ke pos berikutnya ialah 1294 m. (sumber : edelweis,FIB UH ).
Pos 2 ( pukul 14.01 )
Jalur menuju ke pos ini melalui pos sebelumnya lumayan banyak terdapat bonus. Inilah sumber air terakhir sebelum pos 9 jika melalui jalur umum. Setelah beristirahat sejenak, tim memutuskan untuk membagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama yang ditugaskan untuk memasak nasi dan yang kedua melanjutkan perjalanan hingga ke pos 5. Hal itu didasarkan oleh posisi sumber air yang kurang memungkinkan. Kronolog sendiri turut dalam tim pertama.
Di pos ini pula kami bertemu dengan tiga orang kawan pendaki yang akan turun. Setelah masak selama sekitar 1,5 jam, tim pertama langsung melanjutkan perjalanan.
Di pos ini pula kami bertemu dengan tiga orang kawan pendaki yang akan turun. Setelah masak selama sekitar 1,5 jam, tim pertama langsung melanjutkan perjalanan.
Pos 3 (pukul 16.40 )
Tempat ini memiliki ketinggian 2037 Mdpl. Titik kordinatnya terletak pada, E : 119°55’16,4” dan S : 05°22’44,3” ( sumber: edelweis,FIB UH )
Pos 4 (pukul 17.38 )
Memiliki karakter wilayah yang terbuka dan berada di ketinggian 2262 Mdpl. Terletak pada E : 119°55’29,3” dan S : 05°22’27,3”. Dan jarak ke pos berikutnya ialah 433 m ( sumber: edelweis, FIB UH )
Pos 5 ( pukul 18.30 )
Terletak pada ketinggian 2412 Mdpl dan tertutup oleh pohon – pohon besar.
Akhirnya di tengah kegelapan yang mulai turun dan dengan sisa tenaga, sampailah tim pertama
( pemasak nasi ) di lokasi camp pertama kami. Di atas kami disambut dengan api unggun untuk menghangatkan badan. Sambil membakar potongan – potongan daging ayam , kami menunggu menu utama dinner ini.
19.49, first dinner in the lompo battang mountain. Di tengah dinginnya angin pegunungan kami disuguhi Nasi putih, ayam kecap serta sayur kangkung, thank’s. Beratapkan langit hitam dengan keramaian bintang , kami mengisi kampung tengah dengan semangat. Maklum, makan berat terakhir hanya pada sarapan.
Akhirnya di tengah kegelapan yang mulai turun dan dengan sisa tenaga, sampailah tim pertama
( pemasak nasi ) di lokasi camp pertama kami. Di atas kami disambut dengan api unggun untuk menghangatkan badan. Sambil membakar potongan – potongan daging ayam , kami menunggu menu utama dinner ini.
19.49, first dinner in the lompo battang mountain. Di tengah dinginnya angin pegunungan kami disuguhi Nasi putih, ayam kecap serta sayur kangkung, thank’s. Beratapkan langit hitam dengan keramaian bintang , kami mengisi kampung tengah dengan semangat. Maklum, makan berat terakhir hanya pada sarapan.
Pagi, sabtu 23 juli 2011. Sekitar pukul 07.20 kami mulai sarapan dan setelah itu mulai packing.Setelah semua selesai, sekitar pukul 09.00 kami meninggalkan pos 5.
Pos 6 ( pukul 09.30 )
Pada jalur ini kami disuguhi pemanndangan kota Makassar di kejauhan. Pos ini terletak pada ketinggian 2557 Mdpl. Titik kordinatnya ialah E : 119°55’44” , S : 05°22’9”. Jarak menuju pos 7 ialah 765 m
( Edelweis, FIB UH .) Setelah membasahi tenggorokan dengan sedikit air, tim akhirnya melanjutkan perjalanan.
( Edelweis, FIB UH .) Setelah membasahi tenggorokan dengan sedikit air, tim akhirnya melanjutkan perjalanan.
Pos 7 (pukul 10.00 )
Pos ini terletak pada ketinggian 2701 Mdpl. Titik kordinatnya ialah E : 119°55’22,7” dan S : 05°21’0”. Jarak ke pos 8 adalah 420 m. ( Edelweis, FIB UH ). Tim meninggalkan pos ini pukul 10.22.
Pos 8 ( pukul 10.45 )
pos ini ditandai oleh tugu in memoriam salah satu kawan pendaki.
Jalur di antara kedua pos ini boleh dibilang yang paling ekstrim. Rawannya kecelakaan diakibatkan tanjakan serta turunan yang terjal. Jalan menapaki bebatuan sempit terkadang membuat Tim harus merangkak melewatinya. Beberapa kawan menyempatkan diri untuk berfoto di tempat ini.
pos ini ditandai oleh tugu in memoriam salah satu kawan pendaki.
Jalur di antara kedua pos ini boleh dibilang yang paling ekstrim. Rawannya kecelakaan diakibatkan tanjakan serta turunan yang terjal. Jalan menapaki bebatuan sempit terkadang membuat Tim harus merangkak melewatinya. Beberapa kawan menyempatkan diri untuk berfoto di tempat ini.
Pos 9 ( pukul 11.28 )
Akhirnya setelah melalui perjalanan dengan sedikit air, kami tiba di tempat camp terakhir. Suatu tempat di ketinggian 2767 Mdpl dan terletak pada E : 119°56’12,1”, S : 05°22’9”. ( Edelweis, FIB UH )
untuk memperoleh air, pendaki masih harus menuruni bukit sejauh sekitar 50 m. butuh waktu sekitar setengah jam untuk kembai dengan air.
untuk memperoleh air, pendaki masih harus menuruni bukit sejauh sekitar 50 m. butuh waktu sekitar setengah jam untuk kembai dengan air.
Lompobattang peak
Jarak ke puncak tertinggi gunung ini sekitar 400 m dari pos 9. kami memutuskan untuk mencapainya setelah makan siang. Sekitar pukul 17.30 kami menuju ke puncak. Jalur ke puncak tidak kalah menantang dibandingkan jalur pos 7 – pos 8. Bahkan untuk melewatinya kita harus memanjat batu disertai tiupan angin kencang.
Tiada yang seindah mengalahkan diri untuk mengagumi kuasaNYA. Musuh yang terberat dibandingkan puncak tertinggi. Diri sendiri yang dapat menghancurkan besarnya gunung. Diri sendiri yang dapat menghancurkan orang lain.
Kecintaan terhadap hidup tak mesti membuat kita jadi over protectif. Begitupula dengan kecintaan terhadap tantangan tak mesti membuat kita bunuh diri.
sebuah petikan dari tugu in memoriam di pos 8. “ kematian tak dapat dipercepat dengan mendaki gunung. Kematian tak dapat diperlambat dengan tak mendaki gunung. Dan Tuhan bersama orang – orang yang pemberani .
Kecintaan terhadap hidup tak mesti membuat kita jadi over protectif. Begitupula dengan kecintaan terhadap tantangan tak mesti membuat kita bunuh diri.
sebuah petikan dari tugu in memoriam di pos 8. “ kematian tak dapat dipercepat dengan mendaki gunung. Kematian tak dapat diperlambat dengan tak mendaki gunung. Dan Tuhan bersama orang – orang yang pemberani .
Nb : Thanks to Allah swt, seluruh tim, serta keluarga besar Muchlis.