Pages

Senin, 26 September 2011

SEDIKIT TENTANG IWAN FALS



“Tak sanggup aku melihat lukamu kawan dicumbu lalat
  Tak kuat aku mendengar jeritmu kawan melebihi dentum meriam”

Telinga kita mungkin tak asing lagi dengan penggalan syair di atas. Lagu yang berjudul berikan pijar matahari ini menjadi karya fenomenal dari seorang Iwan fals.
Sebelum aku menulis lebih panjang lagi, pertama – tama izinkan saya mengucap syukur pada sang khalik, yang mana sampai kata ini saya masih diberikan napas. Juga ke pada nabiullah Muhammad SAW, sang idola wajib bagi tiap muslim. Tak lupa ku meminta izin ke beliau ( Iwan fals ), karena selanjutnya ini mengenai biografi beliau.
Terlahir dengan nama lengkap Virgiawan listanto dari pasangan Lis ( ibu ) dan colonel anumerta Harsoyo ( ayah ).  Iwan fals kecil menghabiskan masa kecilnya di kota Bandung. Iwan fals menemukan tambatan hatinya pada wanita bernama Rossana yang akhirnya dikaruniai 3 orang anak.  Meskipun akhirnya si sulung ( Galang rambu anarki )  dipanggil sang pemilik jiwa.

Seorang pejalan kaki pasti meninggalkan jejak, begitupula seorang musisi pasti akan meninggalkan karya. Karya nyata dari seorang Iwan fals masih dapat kita nikmati baik lewat kaset maupun secara live. Meskipun umur tak lagi muda, rambut tak sehitam dahulu Iwan fals masih dapat menyapa lewat panggung. Panggung yang tentu menjadi sejarah buat diri beliau. Di panggung jualah beliau merasakan konser yang di ‘cut’ oleh pemerintah lewat aparat.
Menurut penuturan beliau yang dikutip dari wawancara di kick Andy, konser di pekanbaru sempat dihentikan oleh aparat kepolisian setempat. Lanjut cerita, Iwan fals tak lepas dari interogasi selama beberapa jam. Itulah sekelumit kisah social yang digambarkan otoritas saat itu, mudah – mudahan saja saat ini sudah tak lagi.
Lagu-lagu yang memang memiliki syair mengkritik bahkan mengecam ketidakberesan negeri ini. Hujaman tajam terhadap “mereka”, hingga membuat tidur lelapnya terganggu.


Sepanjang perjalanan karirnya, Iwan fals sering terlibat bersama musisi – musisi lain. Mungkin itulah yang menjauhkannya dari kesan sombong lagi individualis. Beliau juga memiliki kelompok penggemar yang menamakan diri sebagai orang Indonesia ( Oi ). Seperti halnya slankers pada band Slank, Oi sering hadir di mana pun Iwan fals berhelat.
  
Jika kita membuka dengan lirik maka alangkah eloknya jika ditutup dengan lirik. Lirik dari salah satu lagu cinta. Satu lagi kelebihan legenda Indonesia ini, Ia tak melulu kaku dengan ideology music awal. Music itu merdeka, jadi biarkanlah ia bebas.

“Aku milikmu malam ini dan memelukmu sampai pagi
  Tapi nanti bila kupergi, tunggu aku di sini.”
Aku milikmu  _ Iwan fals ( ost kekasih )