4
dari sekitar 7 milyar penduduk bumi
Gadis itu duduk
menunggu sang lelaki di atas motor. Dengan sesekali memainkan hp, matanya
menerawang ke berbagai arah. Wajahnya yang
tak sepolos gadis seusia pada umumnya. Aku masih saja serius mengamati dirinya. Dengan
jeans robek pada bagian lutut sebelah kanan, ia makin terlihat anggun. Belum
lagi penantiannya usai, ia kembali mengutak – ngatik Hp.
Deru mesin sepeda motorku mengiringi percakapan di parkiran sebuah warung kopi.
Saat itulah datang seorang bocah lelaki berumur 3 – 5 tahun. Dengan
menyilangkan kedua tangan di atas dada, ia Nampak seperti mengerti apa yang
kami perbincangkan. Anak ini mungkin tukang parkir atau pengemis jalanan.
Berharap akan selembar uang seribuan dari setiap pengendara yang akan meninggalkan
lokasi tersebut. Ternyata ia tak menampakkan psikologis dari dua asumsi di
atas. Senyumnya merekah ketika kuusap kepalanya dan kutanyakan namanya. Ia
belum juga meminta uang, baik oleh kata maupun raut wajahnya. Bahkan ketika
kami akan beranjak dari situ.
Seorang nenek berusia sekitar ¾ abad itu masih Nampak perkasa
memikul sekarung sampah plastik. Itulah pemandangan yang hampir tiap hari
kudapati pada jam – jam tertentu. Memang ada beberapa yang berprofesi serupa,
ada ibu yang menyertakan anaknya, ada pula sekumpulan anak tanpa orang tua.
Yah, mereka semua adalah pahlawan
kebersihan. Dalam berbagai kesempatan bercakap dengannya, si nenek memiliki
pendengaran yang kurang baik. Begitulah dampak dari siklus kehidupan. Dari situ
pula kuketahui bahwa ia berasal dari sebuah kota kecil yang berjarak sekitar
100 km dari tempatnya kini. Baru sekitar 6 tahun yang lalu ia mulai tinggal di
kota ini.
Tanpa kawat gigi maupun lensa kontak di matanya, ia sedikit
berbeda dengan teman – temannya. Belum lagi dengan potongan rambut yang
terkesan sederhana. Dalam bebagai kesempatan melihatnya, ia lebih memilih berkemeja
daripada mengenakan blous atau dress. Dengan keahlian yang minim dalam
mengekspresikan diri saat di depan kamera, membuatnya sangat mudah kukenali lewat
foto. Hanya senyum sederhana dan terkesan dipaksa yang tergambar dalam berbagai
fotonya. Jika ku bisa menebak, ia akan memilih menjadi sutradara dibandingkan
menjadi seorang pemeran dalam sebuah film.
