Menurut mitos yang beredar di beberapa daerah, kunang – kunang adalah kuku orang yang telah meninggal. Mungkin karena hewan ini menghasilkan cahaya kuning kecoklatan pada gelap malam. Terlepas dari benar atau tidaknya mitos di atas, Kunang – kunang itu benar bercahaya .
Jika anda memiliki kedekatan dengan laut atau setidaknya senang menghabiskan malam di pinggir laut, mungkin anda pernah menyaksikan fenomena seperti kunang – kunang di atas. Bukan hanya kunang – kunang dan tak hanya di darat, anda menemukan “bintang kecil”.
Namun ada juga beberapa kelompok fitoplankton ( tumbuhan mikroskopis ) yang dapat menghasilkan cahaya. Di antaranya Noctiluca atau Ceratium.
Namun ada juga beberapa kelompok fitoplankton ( tumbuhan mikroskopis ) yang dapat menghasilkan cahaya. Di antaranya Noctiluca atau Ceratium.
Noctiluca ini akan menyala jika terganggu oleh kapal,perenang dan pecahan gelombang. Produksi cahaya secara biologis ini disebut biolominiscene. Reaksi ini terjadi juga pada beberapa spesies dinoflagellata, bakteri laut, dan seluruh phyla utama dari hewan laut. Cahaya dihasilkan apabila Luciferin yaitu senyawa organic sederhana teroksidasi dengan enzim Luciferase. Reaksi memancarkan cahaya telah dirancang sedemikian rupa sehingga hampir tak ada panas yang dihasilkan.( Ir. Arifin, M.Si )
Di samping memiliki suatu keajaiban, peran fitoplangton secara umum juga sangat besar. Kelompok tumbuhan yang bersifat autotrof ini merupakan produsen primer di perairan. Bahkan hampir 79 % oksigen yang anda hirup dihasilkan dari sini, melebihi sumbangan dari hutan hujan.
Gambar ; Noctiluca scintillans

0 No koment, sedikit saja:
Posting Komentar