Pages

Senin, 06 Juni 2011

Realita cinta dan tabung selam

Terlebih dahulu mari kita definisikan kata perkata dari judul di atas.
Realita atau realitas biasa diartikan sebagai kenyataan. Hal yang terjadi dalam kehidupan nyata. Dan sudah pasti indera kitalah yang menafsirkannya.
Cinta secara harfiah berarti "suka sekali atau sayang sekali" ( kamus online ). Artinya suatu kondisi di mana seseorang sangat suka,ingin,sayang,peduli terhadap yang dicinta. Entah itu kepada sesama makhluk maupun kepada bukan makhluk.
Dan berarti suatu kata penghubung dalam satuan bahasa ( kata, frase, kalimat ). Kata ini juga kerap digunakan untuk mempertegas maksud.
Tabung adalah suatu kata yang sering dikaitkan oleh bentuk benda. Benda yang memiliki rongga di dalamnya dapat dikatakan sebagai tabung.
Selam menurut referensi dari mata kuliah Widya selam ialah suatu kegiatan di bawah permukaan air. Entah itu dengan alat bantu atau tidak.

Sebelumnya maaf jika anda bertanya-tanya maksud serta hubungan antara kata – kata tadi apa.
yang ada malah “Realita cinta dan rock N roll” ,kutip dari judul film.
sepertinya kata cinta telah menjadi bahan perdebatan klasik hingga sekarang. Betapa tidak, tak ada satu pun yang berani mendefinisikan filosofi dari cinta itu.  Tiap orang memiliki arti tersendiri mengenai hal ini.
 
Tak hanya sulit mendefinisikannya , efek yang ditimbulkannya pun sangat beragam. Mulai dari
biasa – biasa saja, kurang wajar, sampai yang menggelikan sekalipun.
Baru tadi pagi saya mendengar guyonan seorang teman . Ia berkata dari seratus status di akun FB, hanya ada tiga yang tak berbau cinta nan romantis. Kedengarannya memang sederhana dan cenderung mengada-ngada. Namun, cobalah tengok kecenderungan para remaja dalam menulis status mereka..

Lalu apa hubungan antara cinta dengan tabung selam  ???
Teringat akan tulisan di baju seorang kawan yang kebetulan juga seorang penyelam. “ My buddy and my Tank is my life “. Tak berlebihan maksud dari tulisan tersebut bagi seorang penyelam. Begitu pentingnya kedua unsur di atas, sampai-sampai dikatakan sebagai penentu mati atau tidaknya seseorang.

Kalau seorang pujangga berani mengatakan bahwa cinta adalah hidupku dan hidupku adalah cinta, maka dengan lantang pula para diver berkata Tabung adalah hidup dan cintaku. Orang – orang rela mati karena cinta dan hidup kembali karena “cinta”. Cinta dapat membuat orang waras jadi gila dan membuat orang gila kembali waras. Begitu dahsyatnya the power of love tersebut.

Lalu bagaimana dengan benda yang dikatakan tabung selam tersebut. Tabung selam dapat menjadi media Yang maha kuasa mengambil nyawa kita. Secara logika sederhana nyawa kita berada pada benda ini selama di bawah air tentunya. Seberapa hemat kita menghabiskan napas demi napas yang ada di benda ini. Serta seberapa savety seorang penyelam merangkai tiap alat yang akan menjadi hidupnya di kedalaman.

Kurang lebih begitulah kenyataan kedua hal berbeda tersebut. Tergantung bagaimana anda memaknai serta menjalankannya. Sekali lagi tak ada niatan provokasi atau intimidasi dalam tulisan ini. Ini hanya rangkaian tiap huruf yang coba dirangkaikan menjadi bacaan yang mudah-mudahan bermanfaat. Kalaupun ada yang merasa terprovokasi dan terintimidasi, penulis menghaturkan maaf.
Satu yang pasti, "Seorang penyelam merupakan pecinta yang hebat"


1 No koment, sedikit saja:

  1. Kejelasan realita cinta dan tabung selam diatas bukan mengarahkan tuk menyimpang, melainkan bagaimana agar seseorang berniat tuk berpaling dari apa yg belum ia ketauhi dan tdk berusaha tuk mencarinya....

    BalasHapus